Jumat, 08 Februari 2019

Photoart

https://youtu.be/m3JcgUB58cM

Cara Membuat Anjing Menyayangi Anda


Mengenal Anjing

1
Amati anjing tersebut.Bagaimana perilaku anjing saat ingin bermain? Saat lapar? Saat ingin dipeluk? Memahami keinginan anjing adalah langkah pertama untuk bersikap lebih responsif dengan kebutuhan anjing sehingga membuatnya bisa lebih menyukai Anda.
2
Pelajari perilaku anjing dengan mengetahui kelas kedisiplinan yang diikutinya dan hal-hal apa yang diresponsnya. 
3
Jangan menatap anjing tersebut. 

Menunjukkan Kasih Sayang

1
Eluslah anjing jika pemiliknya mengizinkan Anda untuk melakukannya. Langkah ini adalah cara yang bagus untuk mulai membuat anjing menyayangi Anda. Namun, perhatikan tanda-tanda bahwa anjing tersebut tidak mau lagi dielus. Banyak anjing tidak membiarkan tubuhnya untuk dielus saat ingin bermain.

2
Berikan treat. Cara tercepat untuk mendapatkan kepercayaan anjing adalah melalui makanan. Pemberian treat lunak dengan aroma daging yang kuat biasanya merupakan cara yang bagus untuk mendapatkan perhatiannya. Jika sedang dilatih, perintahkan anjing untuk duduk, berbaring, atau diam sebelum memberinya treat. Jangan terlalu sering memberikan treat dalam pelatihan.

Hargai ruang anjing tersebut.Jangan selalu mendekati anjing agar anjing tidak menjauhi Anda. Setiap hewan membutuhkan waktu sendiri (tanpa diganggu). Jadi, hargai ruangnya dan anjing akan lebih menikmati waktu yang dihabiskan bersama Anda.

4
Pujilah anjing saat melakukan tindakan yang benar. 

5
Eluslah punggung anjing setiap kali anjing melakukan tindakan yang baik, lucu, atau hanya untuk bersenang-senang.

Begitulah kiranya bagaimana menyayangi anjng anda.
Sumber :
id.m.wikihow.com
HELLO JANUARI.

Hari ini, awal tahun baru dimana lembaran dalam sebuah kisah  dan perjalanan baru kehidupanku. Semalam adalah malam tahun baru yang istimewa bagiku, aku merayakannya bersama keluarga besar ayah. Membakar jagung dan sosis dan terakhir menyalakan kembang api merupakan kebiasaan keluarga kami untuk merayakan malam tahun baru. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur kami sekeluarga atas apa yang terjadi satu tahun yang lalu dan berharap satu tahun yang akan datang menjadi tahun yang lebih baik lagi untuk memperbaiki diri dan menata masa depan.
 Pagiku terbangun lebih awal dari biasanya, karena mimpi yang begitu aneh terjadi dalam lelapnya tidurku. Aku coba mengingat kembali mimpi apa aku semalam, namun mimpi itupun tak lagi muncul dalam benakku yang aku ingat hanyalah mimpi itu sangat aneh. “Leony, bangun nak”, panggil ibuku memecahkan lamunanku setelah beberapa waktu mengingat-ingat mimpiku . Aku segera menghampiri ibu yang sedang ada di dapur. “Iya bu, Leon sudah bangun sejak tadi ” jawabku singkat. Akupun membantu ibuku yang sedang mempersiapkan sarapan pagi seperti biasanya. “Bagaima sekolahmu nak? “ini merupakan perhatian kecil ibuku dipagi hari ini yang semakin membuatku mengagummi sosok ibuku. “Sampai saat ini semua lancar bu, Leon belum menemui kesulitan”, jawabku pada ibuku. Ibu merupakan sosok yang super, beliau menjadi panutanku sejak dari kecil dalam menjalani hari-hariku, beliau sosok yang ramah, penuh kasih sayang dan perhatian.
Pagi ini langit begitu cerah udara segar selalu mengalir kedalam rumah kami. Aku adalah salah satu bagian dari anggota keluarga kecil yang beranggotakan 4 orang. Keluargaku salah satu warga yang hidup disebuah keramaian kota Jakarta. Aku hidup dalam keluarga yang sederhana, pekerjaan ibuku  penjahit disalah satu butik dekat rumah kami, sedangkan ayahku bekerja sebagai tukang ojek online, beliau juga bekerja memainkan musik bersama teman satu kelompoknya sehabis pulang dari ojek online. Aku merasa bangga menjadi salah satu bagian dari mereka yang telah mendidikku dengan ketulusan hati dan kesabaran sampai aku kelas 2 SMA saat ini. Aku memiliki satu adik perempuan saat ini sedang duduk dikelas 6. Sampai saat ini, aku belum pernah dipukul maupun diperlakukan secara kasar oleh kedua orangtuaku. Hal tersebut yang membuatku selalu merasa betah dan nyaman berada dirumah.
Di hari tahun baru ini kami sekeluarga dapat berkumpul bersama,karena semua libur tidak seperti hari-hari biasanya kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing dan bertemu hanya waktu malam maupun ketika libur bersama. “Leon, tolong buatkan ayah secangkir kopi nak,” teriak ayah sambil mengelap motor yang baru saja selesai dicucinya. “Iya Ayah, gulanya banyak atau sedikit?”, tanyaku lirih mendekati ayahku. “Sedikit saja nak, terimakasih ya. Nanti kalau sudah selesai taruh saja dimeja ruang tamu nak”, sambung ayahku. “Oke, yah”. Aku pun dengan semangat membuat kopi yang dipesan ayah. Segera kunyalakan kompor dan kutaruh wadah yang berisikan air untuk kumasak. Sebelum air mendidik tiba-tiba api dalam kompor mati. “Ayah, tabung gasnya habis yah. Bagaimana ini? Kopinya belum jadi”, kataku pada ayahku yang hampir selesai mengelap motornya. Segera setelah selesai membersihkan motornya, ayah membelikan tabung gas yang ada di toko sebelah. Kemudian aku melanjutkan membuat kopi istimewa untuk Ayah, setelah selesai kuletakkan kopi itu di meja teras depan rumah. “Ayah, ini kopinya Leon taruh disini ya...”kataku sambil meletakkan kopi yang masih sangat panas karena air yang baru mendidih. “Iya nak,,terimakasih sayang”, saut Ayahku didepanku.
Di dapur ibu membuatkan kami kue dan pisang goreng kesukaan Ayah. Setelah selesai ibu menghidangkan pisang dan kue buatan ibu di meja. Kami pun menghabiskan hari ini dengan duduk santai, mendengarkan musik serta mengobrol santai diteras untuk menikmati sisa-sisa akhir hari libur sekolah. Saat ini aku sudah memasuki semester dua dikelas XI jurusan IPA dan adikku kelas VI SD.  “Leon, besuk setelah lulus SMA kamu mau bekerja apa melanjutkan study nak?” tanya ayahku untuk mengawali perbincangan keluarga siang ini. “Leon belum ada pandangan ayah. Jika Leon lulus nanti, menurut ayah Leon harus kuliah dulu baru bekerja apa bekerja baru kuliah ayah?” tanyaku balik pada ayah untuk mendapatkan pengarahan atau mememinta pendapat ayah untuk kebaikan masa depanku. “Kalau menurut ayah apa yang kamu pilih, itu merupakan jalan terbaik untukmu nanti nak, Ayah berharap kamu dapat melanjutkan study ke jenjang S1 sampai selesai, itu harapan Ayah.” Jawab Ayah untuk memberikan masukan untukku. “Ayah mau hidupmu nanti lebih baik dari Ayah dan Ibu nak, lebih terjamin”, imbuh Ayah untuk menguatkan pendapatnya.
Dulu ayah juga pernah kuliah dijurusan musik disalah satu Universitas di Jakarta, namun karena ada permasalahan tentang pengurusan beasiswa lanjutannya beliau memutuskan untuk berhenti sejenak dan bekerja disalah satu kafe. Namun, ketika mau melanjukan studinya ayah bertemu dan mulai jatuh cinta dengan ibu sehingga niataan untuk melanjutkan studinya tertunda dengan menikahi ibu. Sampai sekarang Ayah pun belum jadi UNTUK MELANJUTKAN STUDI dan memilih melanjutkan hidup bersama Ibu sampai memilikiku dan adikku Gabby.
“Ayah,,kalau Gabby nanti mau masuk ke SMP 2 Jakarta yah, disana Gabby pengen nanti ikut ekstrakulikuler Karate.” Gabby yang tiba-tiba menimbrung pembicaraanku dengan ayah. “Ha.ha. Iya nak,nanti ayah coba untuk carikan informasi tentang SMP itu dari teman kerja ayah.” Jawab ayah. “Terimakasih ayah, Gabby sayang Ayah, Gabby pengen bisa sekolah sekaligus mengembangkan bakat Gabby melalui karate yah, Gabby pengen menjadi atlet seperti yang bintang tamu yang diundang diacara Hitam Putih semalam.”imbuh adikku. “Hak,,,hak,,,hakkk,,,,” adikku mencoba mempraktekkan gerakan singkat karate yang ditayangkan sebuah stasiun televisi semalam. Menurutku Adikku adalah anak yang rajin, ulet, telaten dan penuh semangat. Sejak kelas 1 dia selalu mendapatkan juara kelas antara juara satu maupun dua. Itu yang membuat kami optimis untuk mencoba memasukkan adikku di SMP N 2 Jakarta.
Hari libur akan segera usai waktu liburan tinggal dua hari lagi, setiap kali hari libur waktu berjalan begitu cepat. Didalam kamar aku mempersiapkan segala keperluanku yang akan aku gunakan selama semester yang akan datang. Esok hari Ayah mengajakku untuk mengunjungi kota tua dan monas. Kata Ayah liburan tersebut sebagai penutup liburan semester ini supaya semester selanjutnya lebih bersemangat mengikuti segala pelajaran dan segala proses. Mendengar hal itu aku merasa bersyukur dan bahagia terlahir didalam keluarga  Ayah dan Ibu. Aku dan Ibu mempersiapkan segala keperluan esok hari agar liburan kami lebih menyenangkan.
Tanggal 10 Januari 2018 ini merupakan hari pertama masuk sekolah di semester dua. Senang rasanya hari ini bisa masuk sekolah dan bertemu dengan teman-teman kelasku. Sudah dua minggu ini aku tidak bertemu dengan mereka rasanya rindu dan kangen dengan canda cerita mereka. Aku sungguh sanat rindu dengan kedua sahabatku Elly dan Ghea dengan segala ceritanya. ”Selamat pagi Leon, tambah cantik saja” sapa Elly teman sebangkuku. Elly adalah teman akrabku, kami bertemu saat pertama masuk sekolah dalam kegiatan MOS sekolah. “Ah,,,kamu mah sukanya begitu Ell. Kamu juga tambah cakep dengan model rambutmu yang baru”, jawabku. “ Baru dua minggu kita tak jumpa seperti setahun saja ya? “ kata Elly. “Iya Elll,,,bener katamu.. Eh,,, Tapi kita kan memang sudah satu tahun tidak jumpa kan dari 2017 sampai 2018” candaanku pada Elly. “Ha...ha..ha..ha Kamu bisa juga ya bercandanya? Wkwkwkw”jawab Elly padaku.
Tet...Tet...tet.... bel masuk kelas berbunyi. Namun hari ini karena hari pertama masuk sekolah kami melakukan Upacara Bendera di halaman sekolah. “Aduh,,,,topiku dimana ya? Sepertinya tadi sudah ku masukkan dalam tasku” kata Ellly. “Sudah ketemu belum Ell?” tanyaku. “Oh, ini. Ada dibawah tertutup buku-buku.”jawabnya. Teman-teman dan akupun bergegas berkumpul ke halaman lapangan sekolah. Upacarapun segera dimulai, kelas kami mendapat jatah untuk tugas paduan suara. Pelaksanaan upacara hari ini berlangsung cukup lama dari biasanya yaitu kurang lebih 30 menit lamanya. Pesan kepala sekolah yang kuingat saat amanat yaitu “janganlah berhenti berusaha sebelum waktu menghentikanmu, sertakan Tuhan dalam setiap langkahmu”. Upacara kali ini cukup istimewa dari biasanya karena ada beberapa pengumuman yaitu ada dua siswa yang menjadi juara lomba lari juara I putra dan juara III putri dan salah satu guru Kimia kami menjadi Guru inspirasi di tingkat Provinsi. Hal itu menurutku adalah sebuah prestasi yang cukup membanggakan disekolahku.
Tepuk tangan riuh pun di berikan kepada mereka untuk mengapresiasi atas apa yang sekolah kami dapatkan. “Wow, mereka keren ya. Pak Budi juga keren  bisa mengispirasi guru yang lain” , kata Elly kepadaku. “ Iya El,,bener apa katamu Beliau memang sosok yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, ramah, humoris, cerdas dan baik hati pula”, imbuhku untuk melengkapi pernyataan yang diungkapkan Elly. “ Wah, kamu terlalu mengagumi Pak Budi kali,, sampe-sampe tak melihat sisi lainnya Pak Budi”, jawab Elly. “Memangnya apa?”, tanyaku. “Pak Budi kan kalau sudah kasih soal ulangan ngeri dia buat lima soal paket yang berbeda”, kata Elly. “Ha.ha.ha kalau itu menurutkut bonus buat kita biar bisa belajar lebih giat supaya bisa mengerjakan soal secara mandiri” kataku. “Iya itu mah kamu,hahahaha” jawab Elly.
Upacara bendera pagi itu pun telah usai, Aku, Elly dan Ghea pun beristirahat sejenak ke kantin Mbak Eem. Mbak Eem adalah penjaga kantin sekolah kami yang rasa masakannya tiada duanya. Tempe dan bakwan goreng hangat dimasukkan dalam kuah soto menjadi menu favorit kami saat dikantin. Tak lupa juga Es teh serta Es Jeruk  menjadi penyejuk kerongkongan kami.
“Denger-denger kelas kita akan ada murid baru dari Medan” kata Elly padaku. “ Kamu dengar dari siapa” jawabku. “Tadi aku ketemu bu Irine di ruang TU katanya ada dua siswa baru yang akan masuk kelas kita” jawab Elly. “Wah, jadi penasaran aku Ell gimana dengan mereka. Siapa tau cowoknya ganteng kaya Kevin Julio. Kan bisa kulirik..wkwkwk” kata Ghea dengan penuh penasaran. “Iya sama. Aku juga penasaran. Siapa tau mereka bisa jadi teman akrab kita”imbuhku untuk melengkapi percakapan kita pagi itu. “Hahaha kalian itu ya, selalu saja penasaran” jawab Elly.
Tak terasa obrolan kami di kantin sudah begitu lama, sampai apa yang kami makanpun tak terhitung. Kami segera bangkit dan membayar ke Mbak Eem.” Mbak, kami sudah.” Kataku. “Hitung sendiri ya neng seperti biasanya sudah hafalkan?” jawab Mbak Eem. “Oke mbak” jawab Ghea. Kami menghitung sendiri makanan yang telah kami makan. Kami bertiga habis Rp.25.000,00.
Tet...tet..tet Bel masuk kelas pun berbunyi. Kami lekas bergegas menuju ruangkelas kami. Ruang kelas kami cukup riuh dengan isi 38 orang siswa didalamnya dengan masing-masing karakter dan tingkahnya. “Hari pertama ya,,pasti kelas kita seperti ini” kata Elly. “ Iya serukann” kata Ghea. Delon dan Alex seperti biasa membuat onar dengan lagu-lagu favorit mereka di pojok ruang kelas kami. Mereka berdua sering membawa gitar dan memainkan musik dipojok kelas. Bu Made pun masuk ruang kelas kami. Bu Made adalah wali kelasku.beliau sosok yang bijaksana, tegas dan terbuka. Beliau membawa kedua teman baru kami ke dalam kelas. Kami dan anak-anak kelas pun segera duduk ditempat kita masing-masing.
“Wih, manisnya cewek itu.” kata Delon melihat siswa baru yang dibawa Bu Made. Tempat duduk Delon pas dibelakangku bersama dengan Alex. “Iya bener katamu sob, nanti istirahat bisa kita minta nomor Whatsappnya sob” kata Alex. “Hemmm,,jangan secepat itu jugalah bro,, ntar yang ada dianya lari nanti.Gimana?”  jawab Delon. “Hahaha...kayanya kamu yang lebih pengalaman bro” jawab Alex melanjutkan. “Hey,,,kalian itu apaan sih. Kalian ga lihat aku cewek cantik yang sudah didepan matumu.” Kata Ghea. “Wkwkwkw,,, aku tau kamu cantik Ghe tapi kamu kan tomboy wTkwkwk” jelas Delon singkat. “Tapi cantikkan?” jelasnya yang tak mau kalah. “ Iya deh. Eh,,sttt. Sttt. Diam kita dengerin cewek manis mau bicara” jawab Delon sambil menunjuk anak baru itu.
“Selamat pagi anak-anak, apa kabar kalian?”, salam dari Bu Made untuk mengawali semester ini. “Selamat pagi ibu”, jawab kami sekelas dengan kompak. “Selamat untuk kalian telah melewati satu semester kemarin dengan baik, semoga semester ini lebih baik. Disini ibu membawa dua teman baru yang akan menjadi bagian dari kelas ini.” kata-kata motivasi dari Bu Made.
Bu Made mempersilahkan kedua anak baru tersebut untuk memperkenalkan dirinya. Kedua teman baru kami pun memperkenalkan diri. “ Selamat pagi teman-teman pernalkan nama saya Reina Ratuliu, kalian dapat memanggilku Re. “Oh, Re” komentar salah satu temanku. “Saya berasal dari Medan dan pindahan dari SMA St. Lusia Medan. Apakah ada pertanyaan teman-teman?” lanjutnya. “status ?” tanya Alex. “Status saya pelajar” jawabnya. Dalam sekejap suasana kelas pecah menjadi riuh karena gelak tawa teman-teman. Selanjutnya anak laki-laki juga memperkenalkan diri.  “Perkenalkan nama saya Revi Valentino, kalian dapat memanggilku Revi. Reina dan Revi merupakan anak kembar pindahan dari Medan. Ibu Made pun mempersilahkan Reina dan Revi untuk duduk di sebelah kananku. Kebetulan disampingku ada dua bangku kosong karena temanku pindah sekolah ke Yogyakarta. Kegiatan kelasku hari ini hanya pembagian jadwal pelajaran dan pembentukan pengurus kelas.
Setelah kegiatan sekolah selesai aku bersama teman sekelas berkumpul ditempat Elly sekedar untuk mengakrabkan diri dan kumpul bersama sambil merayakan ulangtahun Elly yang ke 18. Elly dan Ghea sudah mempersiapkan dua kilo ikan Lele untuk dibakar sedangkan aku dan Re pergi ke dapur untuk memasak nasi sedangkan yang lain berkumpul di teras rumah Elly. Camilan dan makanan  ringanpun sudah dipersiapkan untuk menemani obrolan kami. “Aku senang kalian dapat kumpul dirumahku, jarang-jaranglah kita kumpul bareng seperti ini” kata Elly. “Iya Ell, ak juga seneng karenamu kita dapat kumpul bareng”, tambah Ghea. “Ngomong-ngomong papa-mamamu kemana Ell?”tanya Alex sambil gitaran disampingku. “Ohh,,mereka kalau jam segini pergi kekantor. Mama kerja di Marketing Mega Mall, sedang papa kerja di Kompas Gramedia”jawab Elly. Aku merasa senang dan bangga kepada teman-temanku merskipun mereka orang berada namun kelasku termasuk anak-anak yang kompak dan loyal. Mereka tidak membanding-bandingkan satu dengan yang lain. Buktinya Re dan Revipun cepat beradaptasi di kelas kami dan mereka cepat menerima kehadiran Re dan Revi.
“Re,,kamu kenapa pindah ke sini?” tanya Ghea tiba-tiba. “Hemm,,,ak sama Revi pindah ke sini karena Ayah pindah tugas untuk bekerja di Jakarta” jawab Re. “ Memangnya Ayahmu bekerja dimana?” tanyaku. “Ayahku bekerja sebagai Polisi, beliau sudah kurang lebih 10 tahun menjadi seorang polisi.” Jawab Re. “ngomong-ngomong sudah punya cowok belum kamu Re? Itu si Alex kayaknya naksir kamu dari kamu masuk kelas tadi.” ledek Elly sambil menggoda Re. “Ah kamu apaan si ELL,, nggak seru deh! “ jawab Alex sambil memasang muka manyunnya. “Kan biar Re ngerti wkwkwkw,nanti kalian lanjutin sendiri Lex. Kan sudah ak bilangin ke RE wkwkwkw”jawab Elly. Muka Re pun langsung berubah 180 derajat menjadi merah muda dan menjadi malu-malu. Semua tertawa melihat muka Re yang berubah menjadi merah muda.
Kami pun melanjutkan dengan membakar ikan yang telah dipersiapkan Elly. Alex mempersiapkan arang dan apinya juga untuk membakar Jagung selanjutkan kami membakar ikan. Kurang lebih satu setengah jam ikan sudah masak semua. Aku melihat nasi dan mengambilnya untuk dibawa ke teras. Nasi, Ikan lele dan lalapan pun sudah didepan mata. Jumlah anak yang bisa ikut kumpul dirumah Elly kira-kira ada 28 anak. Acara hari itu pun cukup rame dengan hiburan dari Alex dan group untuk bernyanyi. Tak lupa kami bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun- lagu milik jamrud. “ Hari ini....hari yang kau tunggu.......bertambah satu tahun....usiamu.....bahagialah kamu....yang ku beri....bukan jam dan cincin...bukan seikat bunga...atau puisi juga kalung hati....” itu sepenggal lirik yang kami nyanyikan. Selanjutnya acara makan-makan sambil ngobrol santai, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Setelah selesai makan-makan kami beberes  kemudian mengerjai Elly. Salah satu temanku sudah mempersiakan telur dan tepung untuk mengerjai Elly. Si Alex dan teman-teman cowok dengan sigap mengankat Elly dan menali di pohon depan rumah Elly. “Satu,,,dua,,tiga””kata Alex pada temanku. Segera tubuh Elly dipenuhi dengan tepung dan telur, muka Elly bak adonan kue yag siap untuk di buat.” Wkwkwkwk” Alex tertawa dengan senangnya. “Ahhhhhhhhh....kaliiiiannnn!!!!!” seru Elly. “MENGGEMASKA!!!!!” lanjutnya. Selanjutnya kami menyiram Elly dengan Air kran ditaman dekat pohon itu. Setelah kurang lebih setengah jam kami mengerjai Elly, ikatan tali Elly kami buka. Kemudian kami beres-beres barang yang kami gunakan untuk makan-makan. “Ayo kita beres-beres,takutnya mama dan papa Elly akan segera pulang”kata Alex. Setelah kami selesai beberes barang –barang kami kami segera berpamitan pada Elly,
“Sekali lagi aku ngucapin Happy Birthday to you sayang” kataku. “ Selamat ulangtahun ELLL” sambut Ghea dan yang lain. Aku mengambil tasku diruang tamu kemudian kami pulang kerumah masing.masing. Aku diantar Ghea hingga depan rumah. Hari ini cukup melelahkan sekaligus menyenangkan. Satu hal yang dapat aku simpulkan bahwa bahagia itu memang sederhana, sesederhana kita memaknainya, mensyukuri atas keluarga yang utuh, teman yang baik itu adalah kebahagiaanku. Semoga dimanapun kamu berada selalu berbahagia, singkat cerita di HELLO JANUARIKU.BD

W.a